Kamis, 10 Januari 2019

Berdayakan Area Baca di Rumah

Kegiatan membaca mendorong seseorang untuk mempelajari sesuatu secara lebih mendalam, sehingga memungkinkan memiliki ilmu pengetahuan, memperluas wawasannya tentang sesuatu serta meningkatkan kesadaran mental dan spiritualnya.
Menanamkan kebiasaan membaca bisa dimulai dari mana saja, termasuk dari rumah. Di zaman modern seperti sekarang ini, disadari atau tidak, cukup susah kita temukan anak-anak yang mempunyai hobi atau sekedar mencintai dunia membaca. Malah ada kecenderungan kegiatan membaca seolah-olah sudah menjadi barang langka yang sangat sulit untuk ditemui, terkikis oleh kemajuan teknologi yang maju dan canggih. Apalagi progresivitas teknologi informasi dengan budaya visual ternyata lebih menarik dari pada aktivitas membaca. Banyaknya jenis hiburan, permainan, dan tayangan televisi cukup   mengalihkan perhatian anak-anak dari buku, majalah ataupun surat kabar.Tak heran jika Anak-anak zaman sekarang lebih banyak terhibur oleh dunia game online, digital dan permainan modern dari pada membaca. Padahal anak-anak merupakan salah satu agen of change yang akan menentukan maju mundurnya bangsa dan negara. 

Mengisi space kosong dengan buku
Karena itu peran orang tua untuk menumbuhkan semangat membaca sejak dini perlu ditanamkan. Anak yang tidak suka membaca, sebenarnya dipengaruhi banyak factor. Diantaranya, suasana rumah yang tidak tersedia lahan atau area baca yang nyaman sehingga spirit membaca anak  sulit dibangkitkan.
Untuk mendukung hal itu orangtua perlu menciptakan sudut baca di rumah agar kegiatan membaca jadi menyenangkan. Bila di rumah belum memiliki ruang khusus membaca, kita bisa memanfaatkan ruang-ruang yang ada dengan sedikit kreativitas. Tentukan ruang mana yang akan dipakai sebagai sudut baca. Ruang keluarga, ruang tamu atau kamar tidur bisa dijadikan pilihan. Beri pelengkap pada meja dengan aksesori atau koleksi gambar yang lucu dan disukai anak-anak. Lalu, belilah koleksi bahan bacaan yang menarik. Siapkan juga aksesori kegiatan membaca seperti pembatas buku misalnya.
Dan yang paling utama adalah pertimbangkanlah luas ruangan, sebaiknya tidak terlalu sempit karena akan mengurangi kenyamanan. Dengan demikian, tidak ada ruangan kosong yang mubadzir dan tak termanfaatkan.  Setelah itu, tugas selanjutnya adalah orantua seyogyanya memberi keteladanan kepada si anak. Jika di rumah orang tua tidak biasa memegang bacaan buku, majalah atau koran, anak akan cenderung mengikuti. Demikian pula sebaliknya. Orang tua yang selalu aktiv dengan bacaan yang dibacanya, secara tidak langsung akan mempengaruhi mood anak untuk mengikuti aktivitas orang tuanya. Selamat mencoba. (Abdillah F Hasan)