Berdayakan Area Baca di Rumah
Kegiatan membaca mendorong seseorang untuk mempelajari
sesuatu secara lebih mendalam, sehingga memungkinkan memiliki ilmu pengetahuan,
memperluas wawasannya tentang sesuatu serta meningkatkan kesadaran mental dan
spiritualnya.
Menanamkan kebiasaan membaca bisa dimulai dari mana saja,
termasuk dari rumah. Di zaman modern
seperti sekarang ini, disadari atau tidak, cukup susah kita temukan anak-anak
yang mempunyai hobi atau sekedar mencintai dunia membaca. Malah ada
kecenderungan kegiatan membaca seolah-olah sudah menjadi barang langka yang
sangat sulit untuk ditemui, terkikis oleh kemajuan teknologi yang maju dan
canggih. Apalagi progresivitas teknologi informasi
dengan budaya visual ternyata lebih menarik dari pada aktivitas membaca. Banyaknya jenis hiburan, permainan, dan
tayangan televisi cukup mengalihkan perhatian anak-anak dari buku, majalah
ataupun surat kabar.Tak heran
jika Anak-anak zaman sekarang lebih banyak terhibur oleh dunia game online, digital
dan permainan modern dari pada membaca. Padahal anak-anak merupakan salah satu
agen of change yang akan menentukan maju mundurnya bangsa dan negara.
| Mengisi space kosong dengan buku |
Karena itu peran orang tua untuk menumbuhkan semangat
membaca sejak dini perlu ditanamkan. Anak yang tidak suka membaca, sebenarnya
dipengaruhi banyak factor. Diantaranya, suasana rumah yang tidak tersedia lahan
atau area baca yang nyaman sehingga spirit membaca anak sulit dibangkitkan.
Untuk mendukung hal itu orangtua perlu menciptakan sudut
baca di rumah agar kegiatan membaca jadi menyenangkan. Bila di rumah belum
memiliki ruang khusus membaca, kita bisa memanfaatkan ruang-ruang yang ada
dengan sedikit kreativitas. Tentukan ruang mana yang akan dipakai sebagai sudut
baca. Ruang keluarga, ruang tamu atau kamar tidur bisa dijadikan pilihan. Beri
pelengkap pada meja dengan aksesori atau koleksi gambar yang lucu dan disukai
anak-anak. Lalu, belilah koleksi bahan bacaan yang menarik. Siapkan juga
aksesori kegiatan membaca seperti pembatas buku misalnya.
Dan yang paling utama adalah pertimbangkanlah luas
ruangan, sebaiknya tidak terlalu sempit karena akan mengurangi kenyamanan.
Dengan demikian, tidak ada ruangan kosong yang mubadzir dan tak
termanfaatkan. Setelah itu, tugas
selanjutnya adalah orantua seyogyanya memberi keteladanan kepada si anak. Jika
di rumah orang tua tidak biasa memegang bacaan buku, majalah atau koran, anak
akan cenderung mengikuti. Demikian pula sebaliknya. Orang tua yang selalu aktiv
dengan bacaan yang dibacanya, secara tidak langsung akan mempengaruhi mood anak
untuk mengikuti aktivitas orang tuanya. Selamat mencoba. (Abdillah F Hasan)