Rabu, 07 Maret 2018

Buku ini mengisahkan tentang perjalanan hidup para santri di Pesantren Kanzul Ulum, Magelang, Jawa Tengah. Bunga mawar putih yang menjadi objek pada cover buku ini cukup jelas menggambarkan bahwa buku ini menceritakan kisah perjalanan panjang seorang santriwati, Ayna, dalam mengarungi bahtera kehidupan. Meskipun demikian, buku ini juga menggambarkan kisah seorang santri laki-laki dalam menyelami proses ibadah kepada Tuhannya. Kesendirian Ayna membuatnya merasa bahwa pesantren merupakan tempat terhangat yang pernah ia datangi, setelah rumahnya. Ia yatim, juga piatu. Masa-masa kelam orangtua dan keluarganya ia jadikan ibroh di kehidupan remajanya.

Hingga, suatu ketika, sebuah kebahagiaan tepat berada di depan matanya. Seseorang yang diam-diam ia cintai melamarnya, tepat ketika ia membutuhkan sandaran. Namun keraguan sang ibu lelaki yang sudah dianggapnya seperti ibu sendiri, Bu Nyai Fauziyah, membuatnya mengatakan tidak. Berbagai jenis perjalanan ia tempuh dalam kehidupan. Mulai dari menjadi istri konglomerat yang tak pernah tersentuh oleh suaminya sendiri, alat politik suami dan mertuanya, sang pengemis pemakan makanan sisa di jalan-jalan tikus Bandung, hingga pebisnis roti tersholehah dan pendiri rumah singgah bertemakan pesantren membuat bumi menyatukan kembali dengan lelaki yang paling dicintainya, Muhammad Afifuddin.

Di sisi lain yang tidak berbeda jauh dengan Ayna, Gus Afif yang merupakan peraih nilai terbaik kedua di Pesantren Kanzul Ulum pun bercucur keringat darah menjalani skenario kehidupan yang dibuat oleh Allah untuknya. Niat tulus lamarannya yang ditolak dengan derai air mata sang terkasih, ibundanya yang meragukan kesucian niatnya, pengembaraan pencarian jati dirinya, hingga rasa sayangnya yang luar biasa pada ibundanya menjadi penyedap termanis di buku ini. Rasa cinta pada Allah, rasa sayang pada Rasulullah, tangis haru biru pada sang ibunda, birrul walidayn, menuntut ilmu, sampai rasa sabar dalam menghadapi segala ujian-Nya, rasa percaya dan setia pada jodohnya yang akan didatangi Allah kelak menjemput dirangkum dalam kisah cinta yang mengharu biru Ayna, bidadari bermata beningnya Gus Afif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar