Buku ini mengisahkan tentang perjalanan hidup para santri di Pesantren
Kanzul Ulum, Magelang, Jawa Tengah. Bunga mawar putih yang menjadi objek
pada cover buku ini cukup jelas menggambarkan bahwa buku ini
menceritakan kisah perjalanan panjang seorang santriwati, Ayna, dalam
mengarungi bahtera kehidupan. Meskipun demikian, buku ini juga
menggambarkan kisah seorang santri laki-laki dalam menyelami proses
ibadah kepada Tuhannya. Kesendirian Ayna membuatnya merasa bahwa
pesantren merupakan tempat terhangat yang pernah ia datangi, setelah
rumahnya. Ia yatim, juga piatu. Masa-masa kelam orangtua dan keluarganya
ia jadikan ibroh di kehidupan remajanya.
Hingga, suatu ketika, sebuah kebahagiaan tepat berada di depan matanya.
Seseorang yang diam-diam ia cintai melamarnya, tepat ketika ia
membutuhkan sandaran. Namun keraguan sang ibu lelaki yang sudah
dianggapnya seperti ibu sendiri, Bu Nyai Fauziyah, membuatnya mengatakan
tidak. Berbagai jenis perjalanan ia tempuh dalam kehidupan. Mulai dari
menjadi istri konglomerat yang tak pernah tersentuh oleh suaminya
sendiri, alat politik suami dan mertuanya, sang pengemis pemakan makanan
sisa di jalan-jalan tikus Bandung, hingga pebisnis roti tersholehah dan
pendiri rumah singgah bertemakan pesantren membuat bumi menyatukan
kembali dengan lelaki yang paling dicintainya, Muhammad Afifuddin.
Di sisi lain yang tidak berbeda jauh dengan Ayna, Gus Afif yang
merupakan peraih nilai terbaik kedua di Pesantren Kanzul Ulum pun
bercucur keringat darah menjalani skenario kehidupan yang dibuat oleh
Allah untuknya. Niat tulus lamarannya yang ditolak dengan derai air mata
sang terkasih, ibundanya yang meragukan kesucian niatnya, pengembaraan
pencarian jati dirinya, hingga rasa sayangnya yang luar biasa pada
ibundanya menjadi penyedap termanis di buku ini. Rasa cinta pada Allah,
rasa sayang pada Rasulullah, tangis haru biru pada sang ibunda, birrul
walidayn, menuntut ilmu, sampai rasa sabar dalam menghadapi segala
ujian-Nya, rasa percaya dan setia pada jodohnya yang akan didatangi
Allah kelak menjemput dirangkum dalam kisah cinta yang mengharu biru
Ayna, bidadari bermata beningnya Gus Afif.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar