Peristiwa
berdarah, tragedi antarbangsa yang mengatasnamakan agama itu terjadi
pada 11-13 Desember 1950 di Singapura dalam bentuk kerusuhan dahsyat. 18
orang terbunuh, 173 orang luka parah. Pemicunya adalah Nadra. Gadis 13
tahun yang diperebutkan hak asuhnya ini menjadi isu internasional,
bahkan sampai saat ini.
Nadra, bernama asli Maria Hertogh, adalah gadis Belanda. Ibunya, Adeline, yang tak mampu membiayainya saat dia berusia lima tahun, memberikannya kepada Aminah, perempuan Melayu yang banyak membantu keluarga mereka dan tak bisa memiliki anak sendiri. Bahkan, Adeline telah mengizinkan Maria diasuh secara Islam.
Tumbuhlah Maria sebagai Nadra, gadis yang meski berparas Eropa, memiliki sifat dan kebiasaan seorang muslimah Melayu. Dia memiliki kehidupan yang tenang dan bahagia ketika orangtua kandungnya mencarinya, ingin mengklaim hak asuh atasnya kembali. Saat itu, di usia tiga belas tahun, Nadra yang baru saja menikah dengan pria pujaan hatinya, diperebutkan. Sidang demi sidang di pengadilan Singapura memicu banyak pihak bersimpati. Tragedi dua keluarga menjadi tragedi bangsa yang membawa nama budaya dan agama. Siapakah yang sebenarnyaberhak dan lebih mencintai Nadra, ibu kandungnya ataukah ibu angkatnya? [Mizan, Hikmah, Novel, Memoar, Indonesia]
https://books.google.co.id/books/about/Tragedi_Nadra.html?id=I0g-IEoOzU4C&redir_esc=y
Nadra, bernama asli Maria Hertogh, adalah gadis Belanda. Ibunya, Adeline, yang tak mampu membiayainya saat dia berusia lima tahun, memberikannya kepada Aminah, perempuan Melayu yang banyak membantu keluarga mereka dan tak bisa memiliki anak sendiri. Bahkan, Adeline telah mengizinkan Maria diasuh secara Islam.
Tumbuhlah Maria sebagai Nadra, gadis yang meski berparas Eropa, memiliki sifat dan kebiasaan seorang muslimah Melayu. Dia memiliki kehidupan yang tenang dan bahagia ketika orangtua kandungnya mencarinya, ingin mengklaim hak asuh atasnya kembali. Saat itu, di usia tiga belas tahun, Nadra yang baru saja menikah dengan pria pujaan hatinya, diperebutkan. Sidang demi sidang di pengadilan Singapura memicu banyak pihak bersimpati. Tragedi dua keluarga menjadi tragedi bangsa yang membawa nama budaya dan agama. Siapakah yang sebenarnyaberhak dan lebih mencintai Nadra, ibu kandungnya ataukah ibu angkatnya? [Mizan, Hikmah, Novel, Memoar, Indonesia]
https://books.google.co.id/books/about/Tragedi_Nadra.html?id=I0g-IEoOzU4C&redir_esc=y

Tidak ada komentar:
Posting Komentar